THURSDAY 05 MAY, 2005 | RSS Feed

Kondom yang Tuntas Uji!

by kondomku | post a comment

Mungkin kita pernah mendengar keluhan tentang kondom yang cepat koyak atau bocor. Benarkah kenyataan ini atau mungkin ada masalah lain?

Menurut Dr. Linda Sitanggang, Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi BPOM, sebenarnya kondom yang beredar sudah melalui serangkaian uji laboratorium yang ketat sebelum dipasarkan.

Ada beberapa standar internasional yang digunakan yang ditetapkan oleh salah satu dan badan-badan berikut: International Organization for Standardization (ISO), Committee European de Normalization (CEN), dan American Society for Testing and Materialist (ASTM). Beberapa standar atau uji mutu laboratoirum yang biasa dijalankan adalah mencakup hal berikut:

1. Volume peledakan. Daya rekah merupakan kriteria untuk mengukur elastisitas dan kekuatan kondom. Kondom diisi udara dan dihitung berapa volume udara yang bisa ditampung hingga kondom meledak. Menurut ketentuan Laboratorium Enersol (Australia), batas minimum volume saat meletus adalah 15 liter dan jumlah kondom yang meledak maksimum adalah 7 dari tiap 200 kondom yang diuji.

2. Dimensi kondom. Kondom bermutu harus mempunyai panjang lebih besar atau sama dengan 160 milimeter dan lebar berkisar 50-54 milimeter.

3. Tegangan putus. Tegangan putus adalah kriteria mengukur kekuatan kondom. Kondom ditarik dengan alat atau beban tertentu dan kemudian diukur berapa tegangannya saat putus. Enersol menentukan standar tersebut sama dengan 30 Neston dan jumlah maksimum yang diizinkan adalah 1 dari 20 kondom yang diuji.

4. Kebocoran. Kriteria ada tidaknya lubang pada kondom ini mempunyai proporsi penilaian paling besar dibanding kriteria lain. Prinsipnya, kondom diisi air untuk mengetahui ada tidaknya lubang. Jumlah maksimum yang diizinkan untuk memenuhi standar adalah 2 buah dari tiap 200
kondom yang diuji.

5. Keutuhan segel pengaman. Kondom dalam kemasan ditempatkan pada suatu wadah dan dialiri gas sampai tekanan tertentu. Syarat yang ditentukan adalah tidak boleh ada kondom yang tidak utuh segelnya dari tiap 13 kondom yang diuji.

6. Pelabelan. Dari kacamata konsumen hal ini penting sekali, tetapi tidak semua produk kondom mencantumkan label yang informatif. Periksa apakah kondom tersebut mempunyai tanggal kedaluwarsa atau tidak, petunjuk pemakaian, dan lain sebagainya. Kondom yang memperhatikan konsumen adalah kondom yang mencantumkan ini semua. Biasanya ini adalah kondom yang baik.@ abd



-------------------
Sumber: Kompas Cybermedia - Agustus, 2004





News for Wednesday 20 April, 2005


View all news for Wednesday 20 April, 2005 on one page




Recent News




News archive

2004-2012 KONDOMKU.COM - Toko Kondom Online sejak 2004
Jakarta - Indonesia.