Mencegah Infeksi HIV dan PMS Mencegah Infeksi HIV dan PMSDengan hampir satu juta orang Amerika terinfeksi HIV, kebanyakan dari mereka tertular melalui hubungan seks, dan sekitar 15 juta kasus PMS terjadi setiap tahun di Amerika, strategi-strategi efektif untuk mencegah penyakit ini perlu segera dilakukan. Menarik diri dari melakukan hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi adalah cara yang terbaik untuk mencegah penularan HIV dan PMS lainnya. Tetapi untuk mereka yang telah melakukan hubungan seks, kondom lateks akan sangat efektif jika digunakan secara konsisten dan benar. Kondom dapat efektif dalam mencegah HIV dan PMS lainnya Penggunaan kondom lateks dengan benar dan konsisten semasa hubungan seks--vaginal, anal atau pun oral--dapat secara baik mengurangi risiko seseorang tertular atau menularkan banyak PMS, termasuk infeksi HIV, kencing nanah, Klamidia, trichomonas, human papilloma virus menular (HPV), dan hepatitis B. Melindungi diri Anda dan orang lain terhadap PMS merupakan hal yang penting karena kebanyakan penyakit ini memiliki penyulit yang serius. Melindungi diri Anda dan orang lain terhadap HIV merupakan hal yang penting karena mereka mengancam kehidupan dan belum ada obatnya. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa kondom lateks adalah penghalang efektif bagi HIV dan PMS lainnya. Dan lagi, beberapa penelitian menyediakan kumpulan bukti bahwa kondom lateks sangat efektif dalam melindungi terhadap infeksi HIV ketika digunakan untuk setiap melakukan sanggama. Bukti perlindungannya dapat sangat terlihat dari penelitian yang dilakukan pada pasangan-pasangan di mana salah seorang dari pasangan itu terinfeksi HIV dan yang lainnya tidak, discordant couple. Dalam dua tahun penelitian yang dilakukan terhadap pasangan discordant couple di Eropa, di antara 124 pasangan yang melaporkan penggunaan kondom lateks secara konsisten, tidak ada pasangan yang tidak terinfeksi menjadi terinfeksi. Sebaliknya, di antara 121 pasangan yang tidak konsisten menggunakan kondom, 12 (10%) pasangan yang tadinya tidak terinfeksi menjadi terinfeksi. Dalam penelitian yang lain, di antara sebuah grup yang terdiri dari 134 pasangan yang discordant couple yang tidak menggunakan kondom secara konsisten dan bahkan tidak menggunakannya sama sekali, 16 pasangan (12%) menjadi terinfeksi. Hal ini bertentangan dengan infeksi-infeksi yang hanya terjadi pada tiga pasangan (2%) dari 171 pasangan pada penelitian ini yang melaporkan pemakaian kondom secara konsisten selama periode dua tahun. Hal yang serupa terjadi, pada penelitian yang dilakukan baru-baru ini di Haiti. Di antara pasangan-pasangan discordant couple, 1 dari 42 orang yang tidak terinfeksi (2%) menjadi terinfeksi ketika kondom digunakan secara konsisten, dan 19 daari 135 orang yang menggunakan kondom secara tidak konsisten (4%) menjadi terinfeksi. Kondom diklasifikasikan sebagai alat medis dan diatur penggunaannya oleh Food and Drug Administration (FDA) di AS. Setiap kondom yang diproduksi di AS sebelum dipasarkan telah melalui pengujian. Selama proses produksi, kondom di-double dipped (dicelupkan ke dalam cairan untuk beberapa waktu) di dalam lateks dan diuji secara elektronis untuk kemungkinan terdapat lubang-lubang. Beberapa penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa angka kerusakan kondom di negara AS kurang dari 2%. Kebanyakan kerusakan terjadi karena kesalahan penggunaan daripada kualitas kondom yang rendah. Penggunaan cairan-cairan yang berunsur minyak dapat memperlemah lateks, dan menyebabkan kondom hancur. Tambahan lagi, kondom dapat diperlemah dengan sengatan sinar/panas atau dengan umur atau mereka dapat robek oleh gigi atau kuku jari. Penelitian yang mengindikasikan bahwa kondom dapat terlepas dari penis sekitar 1--5% ketika terjadi hubungan seks vagina dan menjadi kendor (tetapi tidak lepas) sekitar 3--13 % sekali waktu. Beberapa orang telah menunjukkkan kepeduliannya mengenai penelitian yang melaporkan angka kegagalan yang tinggi di antara pandangan yang menggunakan kondom untuk pencegahan kehamilan. Hasil analisis penelitian-penelitian ini mengesankan bahwa jumlah yang besar dari angka kemanjuran berhubungan dengan penggunaan yang tidak konsisten dan tidak benar. Bahkan, kondom-kondom lateks sangat efektif untuk pencegahan kehamilan, tetapi hanya jika mereka digunakan secara tepat. Penelitian mengesankan bahwa hanya 30--60% pria yang mengaku menggunakan kondom untuk kontrasepsi sebenarnya menggunakannya untuk setiap tindakan seksual. Lebih jauh lagi, bahkan orang yang menggunakan kondom secara rutin dapat saja tidak menggunakannya secara benar dari awal hingga akhir. Penggunaan yang tidak benar memberikan kontribusi kepada kemungkinan bocor atau rusaknya kondom. Kondom harus digunakan secara konsisten dan benar agar memberikan perlindungan maksimum. Seperti telah disebutkan sebelumnya, alasan utama kegagalan kondom mencegah infeksi HIV dan PMS atau kehamilan adalah penggunaan yang tidak benar dan tidak konsisten, bukan dari kegagalan kondom itu sendiri. Penggunaan yang konsisten berarti penggunaan kondom pada setiap tindakan seksual. Penggunaan kondom yang benar meliputi langkah-langkah berikut ini:
Jika disimpan dengan tepat kondom masih baik digunakan untuk lima tahun setelah tanggal produksi. Kondom-kondom yang dilumasi dengan "spermatisida" akan tetap baik hanya untuk dua tahun. Pengguna-pengguna kondom harus memastikan bahwa masa kadaluarsa kondom tidak terlewati atau tanggal produksi tidak menunjukkan kondom terlalu tua. Pengguna Kondom Memiliki Pilihan Produk Terdapat beberapa tipe kondom. Hampir seluruh tipe menawarkan perlindungan terhadap HIV dan PMS lainnya. Kondom-kondom lateks untuk pria. Kondom-kondom lateks dibuat dari jenis karet tertentu. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa kondom lateks yang sempurna memberikan perintang-perintang yang sangat efektif terhadap sperma dan mikroorganisme, termasuk HIV dan virus hepatitis B yang jauh lebih kecil. Keefektifan mereka telah terbukti selama bertahun-tahun. Kondom-kondom sintetis. Bagi orang yang alergi terhadap lateks, beberapa materi baru digunakan untuk membuat kondom. Salah satu tipe baru tersebut adalah poliuretan, plastik lembut. Tipe lainnya adalah Tactylon, lateks sintetis. Tes-tes lab menunjukkan bahwa kedua materi ini menjadi penghalang yang efektif terhadap sperma, bakteri dan virus-virus seperti HIV. Kondom Poliuretan untuk Wanita. Kondom wanita (Reality) pas dengan vagina dan melindungi beberapa area di luar vagina. Kondom ini juga terbuat dari poliuretan. Ketika kondom pria tidak bisa digunakan, pasangan harus mempertimbangkan untuk menggunakan kondom wanita. Tidak seperti kondom-kondom lateks, kondom-kondom sintetis seperti kondom poliuretan untuk pria dan wanita dapat digunakan bersama dengan pelicin berunsur cairan ataupun minyak. Meskipun tidak teruji secara menyeluruh seperti kondom lateks, kondom-kondom sintetis kurang lebih memiliki kualitas perlindungan yang sama. Kondom Kulit Anak Domba. Kondom-kondom ini terbuat dari membran hewan yang berisi lobang-lobang kecil. Meskipun mereka dapat mencegah kehamilan, mereka tidak boleh digunakan untuk pencegahan PMS atau HIV karena virus-virus dapat melewati lubang-lubang tersebut. Kondom Novelty. Kondom-kondom Novelty (bermain) hanya digunakan untuk kepuasan seks. FDA tidak mengizinkan Novelty dikategorikan sebagai kondom, dan Novelty tidak boleh digunakan untuk pencegahan PMS maupun HIV. Spermatisida. Meskipun penelitian-penelitian mengindikasikan bahwa nonoxynol-9, spermatisida, membunuh HIV dalam pengujian laboratorium, tetap belum jelas apakah spermatisida digunakan sendiri atau bersama kondom selama terjadi hubungan memberikan perlindungan terhadap HIV. Oleh karena itu, kondom lateks tanpa atau dengan spermatisida harus digunakan untuk mencegah penularan HIV secara seksual. Perlindungan Oral. Meskipun risikonya lebih kecil dari hubungan seks anal atau vaginal, orang-orang yang terlibat dalam seks oral dapat mengurangi risiko terkena HIV atau PMS lainnya dengan menempatkan penghalang pada vagina atau anus. Untuk tambahan kondom pria, sebuah produk yang didesain untuuk mengurangi risiko tertular PMS selama seks oral sekarang telah dijual di Amerika. The Sheer Glyde Dam adalah lembaran lateks berukuran 25x15cm inci yang telah dilegalkan oleh FDA untuk pasar AS. Pembungkus makanan plastik, dental dam (lembaran lateks yang digunakan dokter gigi), dan kondom yang telah dibuka digunakan untuk melindungi vagina atau anus selama hubungan seks oral, meskipun tidak ada informasi tentang seberapa baik bahan ini bekerja. Pendidikan mengenai Kemanjuran Kondom bukan Berarti Mempromosikan Kegiatan Seksual Lima penelitian Amerika tentang program pendidikan seks yang khusus menunjukkan bahwa pendidikan HIV dan pendidikan seks yang menyertakan informasi tentang kondom tidak mempunyai pengaruh terhadap munculnya keinginan untuk melakukan hubungan; penelitian ini menemukan bahwa pendidikan seks/HIV tidak meningkatkan frekuensi hubungan seks, dan program yang menyertakan perkembangan kemampuan untuk menawarkan seks yang lebih aman malah menghasilkan penurunan jumlah anak muda yang ingin melakukan hubungan seks. Dan lagi, ulasan WHO menunjukkan 19 penelitian mengenai program-program pendidikan seks tidak menemukan bukti bahwa pendidikan seks mengarah kepada kegiatan seksual yang lebih awal dan meningkat pada anak muda. Malahan, lima penelitian yang dilakukan oleh WHO menunjukkan bahwa program-program seperti tersebut di atas dapat mengarah kepada penundaan atau penurunan kegiatan seksual. Penelitian tentang remaja yang dilakukan baru-baru ini di Los Angeles, program pencegahan HIV yang membidik penggunaan kondom tidak meningkatkan kegiatan seksual atau jumlah pasangan seks. Tetapi penggunaan kondom memang meningkat di antara mereka yang dari dulunya sudah aktif secara seks. Sebuah penelitian tentang anak muda Amerika, 1987, yang dikirimi pamflet yang berisi tentang PMS dengan tawaran kondom gratis juga tidak menemukan peningkatan dalam kegiatan seks anak muda. Pencegahan adalah Penghematan Ringkasnya, PMS, meliputi infeksi HIV, dapat dicegah, dan kondom adalah alat pencegah yang efektif. Analisis baru-baru ini memperkirakan bahwa, bagi lelaki heteroseksual yang berisiko tinggi, tabungan sosialnya (untuk biaya kesehatan dan produktivitas) per kondom adalah 27 dolar AS, dan untuk pria yang melakukan hubungan seks dengan pria, tabungan per kondom lebih dari 530 dolar ketika kondom digunakan secara konsisten dan benar dengan pasangan yang berganti-ganti.
|
|
Jakarta - Indonesia.


Petunjuk cara order


