Pekan Kondom Nasional digelar 1-7 Des 2008 Selasa, 04/11/2008 18:42 WIB JAKARTA (bisnis.com): Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), BKKBN dan mitra lainnya akan menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) 2008 pada 1-7 Desember. Kampanye ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang penggunaan kondom sebagai alat kesehatan untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan, dan mengatasi penyebaran Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV pada hubungan seksual yang berisiko. Berdasarkan data Depkes, pada akhir Juni 2007 jumlah orang yang terinfeksi HIV dilaporkan di 194 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Secara kumulatif jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) tercatat sebanyak 14.628 orang, terdiri dari 5.813 HIV dan 9.689 AIDS. "Penularan virus HIV terjadi karena penggunaan napza suntik 49,1% dan melalui hubungan seksual 46,2% (heteroseksual 42,1% dan homoseksual 4,1%)," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboi dalam acara media briefing Peluncuran PKN 2008. Sementara itu jumlah aborsi di Indonesia terbilang tinggi. Menurut Depkes, per Agustus 2007 jumlah kasus aborsi di Indonesia mencapai 2,3 juta kasus per tahun, belum termasuk aborsi ilegal atau nonmedis. "Oleh karena itu, rangkaian kegiatan dalam PKN 2008 diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan kondom sebagai salah satu cara untuk mengatasi kehamilan yang tidak direncanakan dan Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV," Nafsiah. PKN 2008 tetap menekankan langkah terbaik menghindari kehamilan yang tidak direncanakan dan IMS, termasuk HIV, adalah dengan berpantang melakukan hubungan seks sebelum menikah dan saling setia dengan pasangan. Namun pada hubungan seksual yang berisiko penularan IMS & HIV, penggunaan kondom menunjukkan perilaku yangbertanggungjawab. Ketiga langkah ini biasa dikenal sebagai langkah A, B, dan C. Sementara itu, Tarmizi Taher selaku Ketua Umum Dewan Mesjid Indonesia melihat bahwa pemuka agama memiliki tanggungjawab yang sama besarnya dengan pemerintah dan tenaga kesehatan. "Kelompok agama sebenarnya memiliki peran besar dalam memberikan pemehaman yang benar tentang perilaku untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan dan Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS," ujar mantan menkes itu. (tw) News for Monday 27 October, 2008 View all news for Monday 27 October, 2008 Recent News
|
|
Jakarta - Indonesia.


Petunjuk cara order


