Home | 
KONDOMKU.COM - Indonesian Condom Shop
Categories
KONDOM News
Information
Others
Pembayaran Via
Pembayaran via Bank BCA, Mandiri atau Lippo

All News

Displaying 11 to 12 (of 17 news items) [<< Prev]  ... 6  7  8  9  [Next >>] 
Friday 13 May, 2005
Kalau sudah, jangan baca tulisan ini dan segera klik artikel lainnya. Tapi jika belum tahu, ada baiknya Anda simak baik-baik beberapa hal di bawah ini supaya dalam menggunakan si 'karet luwes' ini tepat guna dan tidak salah sasaran.

Kenapa saya perlu menekankan hal ini, mengingat seringnya terjadi penyimpangan tujuan pemakaian atau kebablasan. Inginnya sih pasangan tidak hamil, eh malah hamil. Niat supaya terhindar dari penyakit menular seksual (PMS), justru malah tertular.

Belum lagi kasus kebocoran salah satu alat kontrasepsi paling disukai para lelaki itu. Oleh karena itu, agar tidak salah lagi, silakan ikuti tips berikut ini.

1. Pasanglah kondom secara perlahan-lahan saat penis sudah berereksi, sebelum penis menyentuh daerah vagina pasangan. Pemasangan harus menyelubungi penis sampai ke pangkal.

2. Jika kondom yang digunakan tidak mempunyai ruang penampung di ujungnya, tariklah sekitar satu sentimeter agar air mani tertampung di sana. Hindari juga udara tersimpan dalam ruang kosong ini agar kondomnya tidak pecah.

3. Supaya kegiatan bercinta terasa lebih enak, oleskan sedikit pelumas berupa air di ujung kondom sebelum memasangnya.

4. Pegang cincin kondom, lalu selimuti hingga ke ujung penis. Apabila Anda belum disunat, tarik kulup penis ke pangkal penis sebelum kondom terpasang.

5. Bila kondom tersebut dirasakan bocor, hentikan kegiatan seks Anda segera. Tarik penis dan ganti dengan kondom yang baru.

6. Pasca ejakulasi, cepat tarik penis sebelum loyo supaya air mani tidak tumpah. Dengan tetap berhati-hati tentunya. Lakukan dengan menjepit pangkal kondom agar tidak tertinggal di vagina karena licin.

7. Kemudian bungkuslah kondom dengan tisu dan buang ke tempat sampah. Cuci tangan bersih-bersih.

8. Jangan pernah mencuci kondom dan menggunakannya kembali. Ingat, kondom hanya dipergunakan untuk sekali pakai.


-----------------------------
Sumber: Satumed.com (2002)


Thursday 05 May, 2005

Mungkin kita pernah mendengar keluhan tentang kondom yang cepat koyak atau bocor. Benarkah kenyataan ini atau mungkin ada masalah lain?

Menurut Dr. Linda Sitanggang, Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi BPOM, sebenarnya kondom yang beredar sudah melalui serangkaian uji laboratorium yang ketat sebelum dipasarkan.

Ada beberapa standar internasional yang digunakan yang ditetapkan oleh salah satu dan badan-badan berikut: International Organization for Standardization (ISO), Committee European de Normalization (CEN), dan American Society for Testing and Materialist (ASTM). Beberapa standar atau uji mutu laboratoirum yang biasa dijalankan adalah mencakup hal berikut:

1. Volume peledakan. Daya rekah merupakan kriteria untuk mengukur elastisitas dan kekuatan kondom. Kondom diisi udara dan dihitung berapa volume udara yang bisa ditampung hingga kondom meledak. Menurut ketentuan Laboratorium Enersol (Australia), batas minimum volume saat meletus adalah 15 liter dan jumlah kondom yang meledak maksimum adalah 7 dari tiap 200 kondom yang diuji.

2. Dimensi kondom. Kondom bermutu harus mempunyai panjang lebih besar atau sama dengan 160 milimeter dan lebar berkisar 50-54 milimeter.

3. Tegangan putus. Tegangan putus adalah kriteria mengukur kekuatan kondom. Kondom ditarik dengan alat atau beban tertentu dan kemudian diukur berapa tegangannya saat putus. Enersol menentukan standar tersebut sama dengan 30 Neston dan jumlah maksimum yang diizinkan adalah 1 dari 20 kondom yang diuji.

4. Kebocoran. Kriteria ada tidaknya lubang pada kondom ini mempunyai proporsi penilaian paling besar dibanding kriteria lain. Prinsipnya, kondom diisi air untuk mengetahui ada tidaknya lubang. Jumlah maksimum yang diizinkan untuk memenuhi standar adalah 2 buah dari tiap 200
kondom yang diuji.

5. Keutuhan segel pengaman. Kondom dalam kemasan ditempatkan pada suatu wadah dan dialiri gas sampai tekanan tertentu. Syarat yang ditentukan adalah tidak boleh ada kondom yang tidak utuh segelnya dari tiap 13 kondom yang diuji.

6. Pelabelan. Dari kacamata konsumen hal ini penting sekali, tetapi tidak semua produk kondom mencantumkan label yang informatif. Periksa apakah kondom tersebut mempunyai tanggal kedaluwarsa atau tidak, petunjuk pemakaian, dan lain sebagainya. Kondom yang memperhatikan konsumen adalah kondom yang mencantumkan ini semua. Biasanya ini adalah kondom yang baik.@ abd



-------------------
Sumber: Kompas Cybermedia - Agustus, 2004


Displaying 11 to 12 (of 17 news items) [<< Prev]  ... 6  7  8  9  [Next >>] 
Back
Email: 
Password: 
 
Forgot Password 
Create Account 
Search
Bestsellers
Kondom Lele
Kondom Lele
Rp.19.900
 | Home |  Site Map | Contact Us |